LIBERTYNUSA.ID, MADIUN – Selain metode nonmedis, sebagian pria mempertimbangkan prosedur medis untuk menambah panjang atau ketebalan penis. Namun, setiap metode memiliki keterbatasan dan risiko sehingga sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Pil, suplemen, dan krim pembesar penis sering dipasarkan dengan klaim dapat memberikan hasil cepat. Produk tersebut biasanya mengandung vitamin, mineral, bahan herbal, atau hormon. Meski demikian, klaim tersebut tidak otomatis berarti produk terbukti efektif dan aman. Hingga kini, bukti ilmiah yang kuat mengenai kemampuan produk semacam itu untuk memperbesar penis secara permanen masih terbatas.
Sementara itu, prosedur bedah memiliki beberapa pendekatan. Salah satunya adalah pemasangan implan silikon tertentu yang ditempatkan di bawah kulit penis dengan tujuan meningkatkan ukuran. Ada pula prosedur transfer lemak, yaitu memindahkan lemak dari bagian tubuh tertentu ke batang penis untuk menambah ketebalan.
Baca juga : Cara Memperbesar Penis: Mana yang Aman dan Terbukti?
Metode lainnya adalah operasi pada ligamen suspensori. Prosedur ini dilakukan dengan melepaskan sebagian ligamen yang menghubungkan penis dengan tulang panggul sehingga penis dapat terlihat lebih panjang, terutama ketika tidak ereksi. Setelah tindakan tersebut, pasien dapat memerlukan penggunaan alat traksi atau peregangan dalam periode tertentu sesuai arahan dokter.
Untuk meningkatkan diameter penis, transfer lemak juga pernah digunakan. Namun, hasilnya dapat bervariasi dan terdapat risiko seperti penyerapan kembali lemak, benjolan, perubahan bentuk, atau permukaan penis menjadi tidak rata.
Karena itu, pembesaran penis melalui prosedur medis bukan tindakan tanpa risiko. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi, perdarahan, jaringan parut, perubahan sensasi, kerusakan saraf, bentuk penis tidak sesuai harapan, hingga gangguan fungsi ereksi.
Organisasi urologi juga menyoroti bahwa sejumlah prosedur pembesaran penis belum memiliki bukti yang cukup untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya pada pria dewasa.
Sebelum mempertimbangkan tindakan apa pun, penting untuk memahami bahwa ukuran penis sangat bervariasi dan banyak pria sebenarnya berada dalam rentang ukuran normal. Keputusan menjalani prosedur sebaiknya tidak didasarkan pada iklan atau klaim produk semata.
Jika merasa tidak percaya diri dengan ukuran penis atau memiliki kekhawatiran mengenai fungsi seksual, langkah yang lebih aman adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Dokter dapat melakukan evaluasi dan menjelaskan apakah tindakan medis memang diperlukan serta risiko dan manfaat yang mungkin diperoleh.




