LIBERTYNUSA.ID, JAKARTA – Agnez Mo menyatakan keinginannya untuk menggelar kegiatan amal bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Penyanyi Agnez Mo kembali ke Indonesia pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kedatangannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, disambut sejumlah penggemar.
Di tengah momen tersebut, seorang penggemar menanyakan respons Agnez terkait kondisi Kalimantan yang tengah menghadapi persoalan karhutla.
“Ada pesan khusus untuk bencana di Kalimantan?” tanya seorang penggemar.
Agnez kemudian menyampaikan harapannya agar masyarakat yang terdampak kebakaran tetap kuat menghadapi situasi tersebut. Ia juga mengungkapkan rencana untuk membuat kegiatan amal.
“Semoga tabah semuanya. Sudah gitu, nanti aku pengin bikin charity,” ujar Agnez.
Namun, hingga kini belum diketahui secara detail konsep kegiatan amal tersebut, termasuk bentuk penggalangan dana, sasaran bantuan, maupun pihak yang akan diajak bekerja sama.
Baca juga : Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport
Rencana tersebut mendapat respons positif dari sejumlah netizen. Kepedulian Agnez muncul ketika penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah.
Pada 25 Agustus 2026, Kementerian Kehutanan mengumumkan pemberian sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Sanksi diberikan setelah ditemukan kebakaran pada area yang mereka kelola dengan total luas mencapai 1.511,55 hektare di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Lima perusahaan dikenai sanksi Paksaan Pemerintah. Sementara itu, PT MPK mendapatkan sanksi berupa pembekuan perizinan berusaha sekaligus Paksaan Pemerintah karena kebakaran dinilai luas dan berulang.
Kementerian Kehutanan menyatakan perusahaan yang terkena sanksi diwajibkan melakukan perbaikan sistem pengendalian kebakaran serta pemulihan area terdampak.
Di tengah situasi tersebut, rencana Agnez Mo untuk ikut membantu masyarakat melalui kegiatan amal menjadi perhatian. Meski belum ada rincian mengenai pelaksanaannya, niat tersebut menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak karhutla di Kalimantan.

Respon (1)